Blogger templates

Pages

Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Sunday, June 23, 2013

KONSEP TEORI KELUARGA

1.      Pengertian
Keluarga adalah suatu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai suatu kesatuan atau unit masyarakat yang terkecil,dan biasanyan ,tetapi tidak selalu ada hubungan darah,ikatan perkawinan atau ikatan –ikatan lain,mereka hidup bersama dalam satu rumah(tempat tinggal),biasanya dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga dan makan dari satu periuk.
                                                                                                       (Dep.Kes.RI. 2001)
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
                                                                                                       (Dep.kes.RI.2003)
Keluarga adalah dua atau lebih dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pemangkatan dan mereka hidup dalam suati rumah tangga dan berinteraksi satu sama lain dan didalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta memperhatikan suatu kebudayaan.
                                                                                        (Salvician G.Bailon dan Maglaya)
Dari ketiga batasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga itu adalah:
Unit terkecil masyarakat
Terdiri dari dua orang atau lebih
Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
Hidup dalam suatu rumah tangga
Dibawah asuhan seorang kepala rumah tangga
Berinteraksi satu sama lain
Setiap anggota keluarga menjalankan peranannya masing-masing
Menciptakan dan mempertahankan
2.      Struktur Keluarga
Struktur keluarga ada bermacam-macam diantaranya adalah:
a.     Patrilineal
Adalah keluarga sedarah  yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b.      Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c.       Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d.      Patrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
e.       Keluarga Kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami dan istri.
3.      Ciri-Ciri Struktur Keluarga (Aderson Carter)
a. :      Terorganisasi
Saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga.
b.      Ada Keterbatasan
Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-lasing.
c.       Ada Perbedaan Dan Kekhususan
Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.
4.      Tips / Bentuk Keluarga
a.    Keluarga Inti (Nuclear Family)
adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
b.    Keluarga Besar (Extended Family)
adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dan sebagainya.
c.    Keluarga Berantai (Serial Family)
adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan inti.
d.    Keluarga Dada / Janda (Single Family)
adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian
e.    Keluarga Berkomposisi (Composite)
adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama-sama
f.      Keluarga Kabitas (Cohabitation)
adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
Tipe keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (extended family), karena masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku hidup dalam suatu komuniti dengan adat istiadat yang sangat kuat.
5.      Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga
a.       Patriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ayah
b.      Matriakal, yang dominant dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu
c.       Equalilitarian, yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu
6.      Peranan Keluarga
a.       Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dalam keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga adalah sebagai berikut:
b.      Peranan Ayah
Ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah, pendidikan, pelindung dan pemberi rasa aman sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
c.       Peranan Ibu
Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga sebagai salah satu kelompok peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung serta sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya
d.      Peranan Anak
Anak-anak melaksanakan peranan spikososial sesuai dengan tingkat perkembangan baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
7.      Fungsi Keluarga
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan oleh keluarga :
a.       Fungsi Biologis
-          Untuk meneruskan keturunan
-          Memelihara dan membenarkan anak
-          Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
-          Memelihara dan merawat anggota keluarga
b.      Fungsi Psikologis
-          Memberi kasih sayang dan rasa aman
-          Memberi perhatian diantara anggota keluarga
-          Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
-          Memberi identitas keluarga
c.       Fungsi Sosial
-          Membina sosialisasi pada anak
-          Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak
-          Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
d.      Fungsi Ekonomi
-            Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
-            Pengaturan pengguna penghasilan kelaurga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
-            Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya                                                    
e.       Fungsi Pendidikan
-       Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk periaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
-       Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perananya sebagai orang dewasa.
-       Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.
8.      Ahli Lain Membagi Fungsi Keluarga Sebagai Berikut :
1)   Fungsi Pendidikan
Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa nanti.
2) Fungsi Sosilisasi Anak
Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat.
3) Fungsi Perlindungan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik,sehingga anggota keluarga merasa terlindungi dan merasa aman
4 ) Fungsi Perasaan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif,merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga
5 ) Fungsi Religius
Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak-anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan yang lain setelah kehidupan ini.
6) Fungsi Ekonomi
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain,kepala keluarga bekerja untuk memperoleh penghasilan,mengatur penghasialn tersebut sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7) Fungsi Rekreatif
Tugas keluarga dalam fungsi rekreatuf ini tidak selalu harus pergi ke tempat rekreasi,tetapi yang penting bagaiman menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga rekreasi dapat dilakukan dirumah dengan cara menonton tv bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing anggota keluarga
8) Fungsi Biologis
Tugas keluarga dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
Dari berbagai fungsi di atas ada tiga fungsi pokok keluarga terhadap anggota keluarganya, yaitu :
a)      Asih, adalah memberikan kasih sayang, pehatian, rasa aman, kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan meraka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
b)      Asuh, adalah menuju kebutuan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan menjadikan mereka anak-anak 
c)      Asah, adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya.
9.      Tahap-Tahap Kehidupan Keluarga
Tahap-tahap  kehidupan keluarga menurut duvail adalah sebagai berikut :
a.     Tahap pembentukan keluarga, tahap ini dimulai  dari pernikahan yang dilanjutkan dalam pembentukan rumah tangga.
b.    Tahap menjelang kelahiran anak, tugas keluarga untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang sangat dinantikan.
c.     Tahap menghadapi bayi, dalam hal ini keluarga dapat mengasuh, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada anak, karena pada tahap ini bayi kehidupan sangat tergantung kepada kedua orang tuanya, dan kondisinya sangat lemah.
d.    Tahap menghadapi anak pra sekolah, pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergau dengan teman sebaya, tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan, karena tidak mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih..Dalam fase ini anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma-norma sosial  budaya.
e.     Tahap menghadapi anak sekolah, dalam tahap ini tugas keluaga adalah bagaimana mendidik anak, mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya, membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas sekolah anak, dan meningkatkan pengetahuan umum anak.
f.     Tahap menghadapi anak remaja, tahap ini adalah tahap yang paling rawan, karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas buku dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itusuri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan.Komunikasi dan saling pengertian antara kedua orangtua dengan anak perlu dipelihara dan dikembangkan.
g.    Tahap melepaskan anak kemasyarakat, setelah melalui tahap remaja dan anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya. Maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak kemasyarakat dalam memulai kehidupan yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga.
h.    Tahap berdua kembali setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri, tinggalah suami istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress.
i.      Tahap masa tua, tahap ini masuk ketahap lanjut usia, kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini.
10.  Tugas-tugas keluarga
Pada dasarnya tugas-tugas keluarga ada 8 tugas pokok sebagai berikut :
a.    Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
b.    Pemeliharaan sumber-sumber yang ada dalam keluarga.
c.    Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai kedudukannya masing-masing.
d.   Sosialisasi antar anggota keluarga.
e.    Pengaturan jumlah anggota keluarga.
f.     Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
g.    Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
h.    Membangkitkan semangat anggota keluarga.
11.  Ciri-Ciri Kekeluargaan
-       Diikat dalam suatu tali perkawinan
-       Ada hubungan darah
-       Ada ikatan batin
-       Ada tanggung jawab masing-masing anggotanya
-       Ada pengambil keputusan
-       Kerjasama diantara anggota keluarga
-       Komunikasi interaksi antar anggota keluarga
-       Tinggal dalam suatu rumah
12.  Ciri-Ciri Keluarga Indonesia
a.    Suami sebagai pengambilan keputusan
b.    Merupakan suatu kesatuan yang utuh
c.    Berbentuk monogram
d.   Bertanggung jawab
e.    Pengambilan keputusan

Teori Dasar Keluarga DEFINISI KELUARGA

  1. Duvall dan Logan ( 1986 ) : Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
  2. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) : Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
  3. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) : Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

FUNGSI KELUARGA

Ada lima fungsi yang dapat dijalankan keluarga yaitu :
1. Fungsi biologis
  • Untuk meneruskan keturunan.
  • Memelihara dan membesarkan anak .
  • Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
  • Memelihara dan merawat anggota keluarga .
2. Fungsi psikologis
  • Memberikan kasih sayang dan rasa aman .
  • Memberikan perhatian diantara anggota keluarga .
  • Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga .
  • Memberikan identitas keluarga.
3. Fungsi sosialisasi
  • Membina sosialisi pada anak.
  • Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
  • Meneruskan nilai-nilai budaya.
4. Fungsi ekonomi
  • Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Menabung untuk memenuhi kebutuhan -kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya.
5. Fungsi pendidikan
  • Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
  • Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
  • Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

STRUKTUR
KELUARGA
  1. Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah
  2. Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu
  3. Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ibu
  4. Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami
  5. Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

Ciri-ciri Struktur Keluarga
  1. Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga
  2. Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan, tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam mejalankan fungsi dan tugasnya masing-masing
  3. Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

MACAM-MACAM JENIS/ TIPE / BENTUK KELUARGA

A. TRADISIONAL
  1. The nuclear family (keluarga inti) >> Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak.
  2. The dyad family >> Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama dalam satu rumah
  3. Keluarga usila >> Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak sudah memisahkan diri
  4. The childless family >> Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan anak terlambat waktunya, yang disebabkan karena mengejar karir/pendidikan yang terjadi pada wanita
  5. The extended family (keluarga luas/ besar) >> Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu rumah seperti nuclear family disertai : paman, tante, orang tua (kakak-nenek), keponakan, dll)
  6. The single-parent family (keluarga duda/janda) >> Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah dan ibu) dengan anak, hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan (menyalahi hukum pernikahan)
  7. Commuter family >> Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu kota tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja diluar kota bisa berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir pekan (week-end)
  8. Multigenerational family >> Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama dalam satu rumah
  9. Kin-network family >> Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling berdekatan dan saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang sama. Misalnya : dapur, kamar mandi, televisi, telpon, dll)
  10. Blended family >> Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda yang menikah kembali dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya
  11. The single adult living alone/ single-adult family >> Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihannya atau perpisahan (separasi), seperti : perceraian atau ditinggal mati

B. NON-TRADISIONAL :
  1. The unmarried teenage mother >> Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah
  2. The stepparent family >> Keluarga dengan orangtua tiri
  3. Commune family >> Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara, yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok / membesarkan anak bersama
  4. The nonmarital heterosexual cohabiting family >> Keluarga yang hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan
  5. Gay and lesbian families >> Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana pasangan suami-istri (marital partners)
  6. Cohabitating couple >> Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu
  7. Group-marriage family >> Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga bersama, yang merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya, berbagi sesuatu, termasuk sexual dan membesarkan anaknya
  8. Group network family >> Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan satu sama lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan dan bertanggung jawab membesarkan anaknya
  9. Foster family >> Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara dalam waktu sementara, pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya
  10. Homeless family >> Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental
  11. Gang >> Sebuah bentuk keluarga yang destruktif, dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian, tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.

PERANAN KELUARGA
 
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
1. Peranan ayah :
Ayah sebagai suami dari istri, berperanan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya

2. Peranan ibu :
Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
3. Peranan anak :
Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya, baik fisik, mental, sosial dan spiritual.

Wednesday, June 12, 2013

Tips Menjaga Keluarga Tetap Harmonis

artikelkeluarga.jpg
infoorakarik.com – Anda sudah berkeluarga? Bagaimana hubungan antar anggota keluarga dalam keluarga anda? Saat ini kita sering melihat kenyataan di sekeliling kita bahwa ada banyak sekali keluarga yang bermasalah.

Keluarga tersebut seringkali tidak memiliki hubungan yang harmonis antar sesama anggota keluarga. Jika anda ada di posisi mereka, tentunya anda akan merasa sangat tidak nyaman.
Oleh sebab itu, kita harus bisa belajar banyak dari keluarga-keluarga yang bermasalah tersebut. Mungkin ada baiknya juga kita belajar bagaimana cara memiliki keluarga yang harmonis lewat artikel keluarga. Berikut ada beberapa tips untuk menjaga keluarga agar tetap harmonis:
Komunikasi.

Komunikasi adalah hal yang paling mendasar yang dibutuhkan untuk menjaga agar sebuah keluarga tetap harmonis. Saat ini sebagian keluarga memiliki orang tua yang baik ayah dan itunya, kedua-duanya adalah orang yang bekerja. Waktu yang digunakan untuk bekerja tentu saja menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk bercengkerama dengan anak dan anggota keluarga yang lain.
Jika anda termasuk orang tua yang bekerja, maka anda harus memastikan bahwa komunikasi dengan anggota keluarga yang lain masih tetap terjalin dengan baik. Jangan biarkan komunikasi menjadi terputus sebab komunikasi yang tidak lancar akan membuat anggota keluarga menjadi asing satu sama lain.
Komunikasi di sini diharapkan terjadi secara langsung atau tatap muka. Hormati orang yang ada di depan anda dengantidak menyibukkan diri dengan alat komunikasi seperti telepon genggam.
Waktu Bersama.

Seringkali karena kesibukan, maka kita kehilangan waktu untuk berkumpul bersama anggota keluarga. Seharusnya anda tetap menyediakan waktu bagi keluarga anda walau pun anda sangat sibuk. Sempatkan waktu untuk bercengkerama dengan keluarga. Usahakan pada waktu itu anda tidak diganggu olah tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan anda.
Anda tidak perlu harus menunggu waktu liburan untuk berkumpul bersama dengan anggota keluarga. Menemani anak anda belajar atau makan malam bersama yang akrab sudah sepantasnya dilakukan. Anda tidak boleh membiarkan anak-anak anda merasa jauh dari anda karena kesibukan anda. Ketika kita sudah berkeluarga, maka keluarga, terutama anak-anak kita menjadi prioritas kebutuhan kita.
Proyek Keluarga.

Ada baiknya juga kita kadang-kadang membuat suatu proyek yang bisa dilakukan bersama-sama selurung anggota keluarga. Berkebun atau membuat proyek kerajinan bersama adalah salah satu contohnya. Keluarga anda bisa bersama-sama membuat rumah pohon atau kolam ikan, atau mambuat kebun kecil di rumah anda. Anda bisa pilih proyek bersama yang sesuia minat anak-anak anda.
Dengan membuat suatu proyek yang diikuti anggota keluarga, maka baik anak maupun orang tua bisa melihan hasil yang nyata dari kebersamaan mereka. Mungkin anda tidak akan merasakan manfaatnya saat ini, namun kemungkinan memori atau kenangan akan waktu yang dihabiskan bersama untuk menyelesaikan proyek ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat berkesan bagi putra-putri anda ketika dewasa kelak.
Itulah beberapa tips yang mungkin bisa anda terapkan untuk menjaga keharmonisan keluarga anda, anda bisa mencari banyak artikel keluarga lain yang memuat tips-tips lain yang dapat membuat keluarga anda tambah harmonis.

10 Cara Menjadi Ayah yang Hebat


  • HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
    Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.

  • LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
    Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.
  • UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
    Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.
  • DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
    Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.
  • MODEL PERAN.
    Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
  • JADILAH GURU.
    Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.
  • MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
    Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.
  • BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
    Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.
  • PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
    Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.
  • SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
    Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.